Kunjungan | Sambutan

Kunjungan Ke Dua

Suatu hari saat sedang sibuk menyelesaikan tugas rutine, saya menerima SMS dari seorang kerabat, dia minta tolong supaya saya bisa menemui seseorang "guru Agama" untuk minta bantuan doa agar keluarganya bisa utuh kembali seperti sebelumnya. Karena pada saat terima sms saya masih sibut, saya tanguhkan untuk membalas smsnya sampai waktu istirahat, pagi berikutnya saya terima SMS remainder " kok SMS saya tidak di respon?", masyaAllah..... kemarin saya lupa membalas SMSnya.... sebelum membalas SMSnya saya menghubungi "Guru Agama" yang dimaksud minta waktu untuk ketemu, beliau memberikan waktu pada esok harinya, segera setelah ada jawaban dari "Guru Agama" saya menjawab SMS sang kerabat biar hatinya tenang.
Keesokan harinya saya mengajak Istri dan anak saya (Kami memanggil Kakak) untuk menemui "Guru Agama", sampai di sana kami disambut dengan ramah dan santun oleh beliau,layaknya seperti keluarga dekat kami diperlakukan oleh keluarga beliau. Kali ini adalah kunjungan kami yang kedua ke rumah beliau, sebelumnya kami pernah berkunjung baberapa bulan lalu, gak lama beliu membalas kunjungan kerumah kami, dalam setiap obrolannya mengandung nasihat diiringan dengan dalil-dalil dan hadist serta riwayat-riwayat keteladanan, dalam hati saya mengagumi beliuan karena wawasan dan kedalaman ilmu agamanya.
Ok, Kembali kemaksud kunjungan ........
Setelah dipersilahkan duduk dan basa basi saya menyampaikan maksud dan tujuan datang kesini, beliau hanya tersenyum lalu menjawab kadangkala apa yang kita terima tidak semua yang kita inginkan, untuk itu kita harus memiliki rasa sabar, ..............dan seterusnya, seperti sebelumnya setiap obrolan sang Guru ini selalu mengandung muatan nasihat, juga tidak lupa mengingatkan kami agar disempatkan hadir dalam acara pengajian mingguan atau bulanan dimana saja supaya hati kami tidak gersang. tanpa terasa jam menunjukkan angka 17.49 WIB saya pamit pulang, sambil tersenyum beliau bilang sebentar lagi waktunya solat maghrib pulangya nanti aja setelah solat, bersamaan dengan suara adzan turun hujan lebat disertai petir. Sang Guru beranjak dari duduk mengajak kami solat dulu dimusholla...karena hujan saya menuju mobil dengan maksud mengambil payung, sang guru bertanya mau kemana? saya mau ambil payung, nggak usah, sang guru buka kopiah dan berlalu meninggalkan kami menuju mushollah yang jaraknya kurang lebih 100m, hahh.. si kakak bengong... akhirnya di ketawa, ya udah.. kita gak usah bawa payung karena beliau juga gak bawa payung, tapi basah gak ya pa... gak tahu yach, kita liat aja nanti.... (bersambung)

0 comments:

Poskan Komentar